Ilse Koch, Wanita Simbol Kekejaman Nazi Jerman yang Hobi Koleksi Kerajinan Berbahan Kulit Manusia
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Ilse Koch, Wanita Simbol Kekejaman Nazi Jerman yang Hobi Koleksi Kerajinan Berbahan Kulit Manusia

Selasa, 15 Januari 2019



Publik dunia pastilah mahfum akan nama Adolf Hitler atau Heinrich Himmler.
Keduanya merupakan pentolan Nazi yang terkenal dengan aksi genosida terhadap ras Yahudi selama Perang Dunia II.

Namun tidak hanya dua orang itu yang menjadi muka bengis Nazi.
Ada seorang wanita bernama Ilse Koch yang sampai dijuluki simbol kekejaman Nazi Jerman.

Dikutip dari Britannica.com, Ilse Koch dijuluki oleh pihak Sekutu sebagai The Witch/Bitch of Buchenwald atau dalam bahasa Indonesia Penyihir/Sundal dari Buchenwald.
Ilse Koch bernama asli Margarete Ilse Kohler yang lahir pada 22 September 1906 di Dresden.

Ilse termasuk wanita cerdas yang berhasil masuk sekolah akuntanis di mana saat itu sangat jarang perempuan bisa mengenyam pendidikan di sana.
Sebelum bergabung dengan Nazi pada 1930, Ilse bekerja sebagai staf buku.

Bergabung dengan Nazi membuat Ilse mengenal para tokoh politik Jerman.
Ia juga mendapat jodoh seorang simpatisan Nazi bernama Karl Otto Koch. Keduanya lantas menikah tahun 1936.

Rupanya Karl ialah Komandan Kamp Konsentrasi Sachsenhausen yang kemudian dipindahkan ke kamp Buchenwald.

Lambat laun Ilse Koch terlibat campur tangan akan praktek Genosida tahanan di kamp konsentrasi Buchenwald bersama sang suami.

Langkah pertamanya sebagai 'kepala kamp gadungan' Buchenwald ialah merampas harta para tahanan Yahudi untuk dirinya senang-senang.

Harta hasil rampasan kemudian dipakai Ilse Koch untuk membangun sirkuit pacuan kuda indoor serta segala kehidupan mewah.
Soal kekejaman, Ilse Koch amat sinting. Ia pernah memaksa tahanan melakukan adegan seksual tak senonoh demi kepuasannya belaka.

Bahkan dirinya memberlakukan hukuman tembak mati bagi tahanan yang berani menatap ke arahnya.

Namun satu kekejaman Ilse Koch yang sangat menakutkan ialah dirinya mengoleksi sampul buku, sarung tangan dan kap lampu yang konon terbuat dari kulit manusia.

Saat menjalani persidangan Pengadilan Nuremberg, para saksi mengatakan Ilse Koch kerap naik kuda berkeliling ke kamp-kamp untuk menyisir siapa saja tahanan yang memiliki sebuah tato tertentu.

"Ia punya keinginan membuat kap lampu dari kulit manusia. Suatu hari, di Appelplatz, kami dipaksa membuka pakaian. Mereka yang punya tato dibawa ke depan Ilse dan ia memilih salah satu yang disuka. Orang itu dibunuh dan kulitnya dibuat kerajinan kap lampu," kata Kurt Glass mantan tahanan yang pernah dipekerjakan di kebun milik Ilse Koch.

"Ilse juga mengawetkan organ dalam tahanan yang sudah dibunuhnya untuk dijadikan benda memorabila di rumahnya," tambah Kurt Glass seperti dikutip dari allthatsinteresting.com.

Usai Perang Dunia II selesai, Ilse Koch dicari dan ditangkap oleh Sekutu untuk diseret ke pengadilan kejahatan perang pada 1947.
Namun tak ada bukti kuat akan kejahatan yang dibuatnya, Ilse Koch hanya dipenjara dan dibebaskan.

Lantas tahun 1950 dirinya kembali diadili kali ini dari pemerintah federal Jerman Barat yang memvonisnya penjara seumur hidup.
Pada 1 September 1967 Ilse Koch ditemukan gantung diri di selnya.

Ia dikebumikan di kuburan penjara Aichach tanpa penanda maupun batu nisan.



Source: hot.grid.id